bernasnews — Mengakhiri tahun ajaran 2024/2025, The Lilliput World Montessori School menggelar perayaan akhir tahun di kawasan bersejarah Candi Ratu Boko. Kegiatan ini diorganisasi oleh Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN), yang dikenal sebagai pelopor pendidikan karakter dan budaya untuk anak usia dini. Bertema “From Palace to the World: A Celebration of Learning Beyond Boundaries”, perayaan ini diikuti sekitar 300 orang yang terdiri dari siswa, orang tua, para pendidik, serta tamu undangan.
Ketua Yayasan TCKN Crista Trirahayu menjelaskan, perayaan akhir tahun ini dirancang secara unik dan berbeda dari tradisi wisuda konvensional. Acara ini bukan hanya sebagai seremoni pelepasan siswa, tetapi juga sebagai pengalaman edukatif dan budaya yang bertujuan memperkenalkan anak-anak pada nilai-nilai sejarah dan warisan bangsa secara langsung di tempat yang autentik.
Crista mengungkap dipilihnya situs Ratu Boko, bekas istana kerajaan dari masa lalu sebagai lokasi acara, bukan hanya sekadar pilihan tempat, melainkan sebuah bentuk penyampaian pesan yang kuat tentang transisi, perjalanan hidup, dan pendidikan.
“Anak-anak kami tidak hanya lulus dari sekolah anak usia dini, tetapi mereka juga melangkah dari ‘istana pendidikan pertama’ menuju dunia luas. Ratu Boko adalah simbol yang tepat untuk menggambarkan transisi ini,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).
Filosofi pemilihan tempat ini sejalan dengan visi The Lilliput World yang memandang pendidikan anak usia dini sebagai pondasi paling awal dan paling penting dalam membentuk pribadi anak. Seperti istana yang melindungi dan membina para penghuninya, pendidikan awal adalah tempat pertama anak-anak diasuh, diarahkan, dan dipersiapkan untuk memasuki dunia yang lebih luas dan kompleks.
Dengan latar belakang situs arkeologi yang menyimpan jejak kejayaan masa silam, acara berlangsung penuh kekhidmatan sekaligus kegembiraan. Para siswa-siswi menampilkan berbagai pertunjukan tematik yang disesuaikan dengan kurikulum Montessori.
Mulai dari drama anak-anak, pertunjukan musik, hingga tarian tradisional khas Nusantara, seluruh rangkaian pertunjukan dirancang untuk mengangkat nilai budaya sekaligus mengekspresikan hasil belajar dan kreativitas siswa selama setahun penuh.
“Ratu Boko pernah menjadi tempat belajar, pusat pendidikan bernama Wihara Abhayagiri. Tempat di mana ilmu dan kebijaksanaan ditumbuhkan. Hari ini, kami membawa keluarga kami ke sini untuk merasakan semangat belajar itu. Untuk merangkul situs budaya luar biasa ini. Jugamerasa diberkati atas keindahan alam yang ada di tengah kota yang sibuk,” kata Crista.
Para orang tua yang hadir tampak antusias dan bangga saat menyaksikan putra-putri mereka tampil di panggung terbuka berlatar pemandangan indah Ratu Boko menjelang matahari terbenam. Bagi sebagian besar dari mereka, momen ini menjadi pengalaman pertama menyaksikan perayaan pendidikan dengan latar budaya yang begitu kuat dan berkesan.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga mencerminkan kesungguhan The Lilliput World dalam menerapkan pendekatan pendidikan holistik yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga membentuk karakter, empati sosial, dan kecintaan terhadap identitas budaya. Model pendidikan seperti inilah yang menurut Yayasan TCKN sangat relevan untuk membangun generasi masa depan yang tangguh, sadar budaya, dan memiliki orientasi global yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelestarian situs bersejarah, acara ini juga digelar dengan tata kelola yang tertib, bersih, dan edukatif. Yayasan TCKN menjalin kemitraan dengan PT Taman Wisata Candi (TWC) sebagai pengelola kawasan Ratu Boko untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan tanpa merusak atau mengganggu integritas situs.
General Manager Ratu Boko Ratno Timur menyambut positif kolaborasi ini. Dalam sambutannya, ia pun menyampaikan harapan bahwa kerja sama ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Kami menyambut baik tempat ini dijadikan salah satu momen yang spesial bagi bapak ibu semua beserta putra-putrinya merayakan wisuda. Ini akan menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Mudah-mudahan The Liliput World tahun depan bisa datang ke sini lagi,” ucapnya.
Melalui perayaan ini, Yayasan TCKN memperkuat pesan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya tentang penguasaan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan jati diri melalui sentuhan budaya. Diharapkan, pendekatan ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lain di Indonesia dalam mengembangkan model pembelajaran yang berkelanjutan dan relevan secara kontekstual. (*/ ted)
Tags: